Tradisi pengikat keakraban antar muda-mudi: Omed-omedan

Dari banyaknya kebiasaan perayaan Hari Raya Nyepi, ada satu kebiasaan unik yang cuma bisa didapati di Banjar Kaja Sesetan, Desa Sesetan, Denpasar. Namanya Omed-omedan, yakni ritual sama-sama peluk serta tarik-menarik dengan bergantian pada dua grup muda-mudi yang teratur diselenggarakan tiap-tiap tahun di hari pertama sesudah Nyepi.

Konon kebiasaan ini sudah ada semenjak era ke-17“Omed-omedan” sendiri datang dari kata “omed” yang bermakna menarik. Dalam kebiasaan ini, beberapa muda-mudi asli ditempat dibagi jadi dua group, yakni group pria (teruna) serta group wanita (teruni) yang ditata berbaris bertemu. Lantas dua muda-mudi di tempat sangat depan mesti sama-sama berpelukan keduanya.

Baca Juga : The History Of Bali Tourism

Waktu kedua-duanya sama-sama berpelukan itu semasing grup akan menarik ke-2 partnernya itu sampai lepas keduanya. Bila mereka tidak dapat juga dilepaskan, panitia akan menngguyur kedua-duanya dengan air. Lucu ya! Saat pasangan muda-mudi sama-sama berjumpa serta berpelukan erat, ada saatnya mereka akan sama-sama beradu pipi, kening, serta bahkan juga bibir – hingga ada yang salah kaprah menyebutkan ini menjadi ritual ciuman! Omed-omedan Tempat: Banjar Kaja Sesetan, Denpasar, bali Waktu Penerapan: Satu hari sesudah Hari Raya Nyepi

Updated: November 9, 2018 — 4:05 am

The Author

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2018 Prediksibola.hol.es - Jasa SEO Master dan Ahli Pakar SEO Murah Powered By Jasa SEO Frontier Theme